19 oktober 2011
Hari ini adalah hari pertama menjalankan pengabdian PSP-3. Hari ini kami melakukan audiensi dan pelepasan dari bupati Tebo kepada kepala desa masing-masing..
Kami yang ditugaskan di Tebo sebanyak 14 orang, yaitu di desa Tanjung Aur, Teluk Kembang Jambu, teluk Kuali, Tanjung Aur Seberang, Pinang Balai, Napal Putih, dan Pagar Puding. Dan saya ditempatkan di Teluk Kuali bersama seorang teman lagi dari Medan.
Jarak antara desa penempatan kami (ds teluk kuali) dari ibu kota kabupaten sekitar 50 km, bisa ditempuh dlm jarak waktu 1,5 jam dengan kondisi jalan bebatuan.. sedangkan dari Ibu Kota Jambi sekitar 256 KM.
Kami ditempatkan sementara di rumah pak kades, sampai kami mendapatkan rumah sewa sendiri.. Desa yang kami tempati termasuk desa yang (agak) maju, banyak prestasi yang didapati oleh desa ini. Pada tahun 2009 pernah menjadi desa teladan terbaik ketiga tingkat propinsi Jambi.. Bulan mei 2011 kemarin, kepala desa Teluk Kuali mengikuti petani berprestasi di Pontianak..
Banyak permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa ini:
-permasalahan hama binatang ternak yang tidak terawat/ tidak terikat membuat masyarakat sulit bertani padi, padahal berbagai upaya telah dicoba hingga tembusannya langsung kepada pemerintah daerah untuk minta bantuan pagar duri, tapi tanggapan pemerintah daerah ternak harus dikurung (bukan pada pemagarannya).
-cetak sawah banyak terdapat, tetapi animo masyarakat untuk menanam sawah kurang..alasaanya masyarakat lebih banyak mendapatkan penghasilan dari nyadap getah dan kelapa sawit dari pada ke sawah. Dan juga untuk nyadap getah dan sawit tidak butuh waktu banyak, hanya sekitar 4 jam sehari sedangkan kalau ke sawah bisa butuh waktu seharian.. hari sabtu ini ( 21/10) kepala desa beserta seluruh perangkat desa lainnya mengadakan rapat tentang musim tanam padi...
-Luasnya desa yang memiliki 9 dusun menjadi kendala tersendiri dalam pengelolaan desa.
- kepala desa mengharapkan bila kami menjalanakan program, lebih kepada yang bersifat kewirausahaan pemuda dan masyarakat, jangan yang sifatnya edukasi sementara..
-Sulitnya mengumpulkaan masyarakat menjadi hambatan tersendiri dalam menjalankan kegiatan khususnya rapat-rapat desa. Biasaanya kepala desa mengadakan rapat pada sore jumat..







ayo...!!! semangat..!!
BalasHapussemangat 45 pak dedi...
BalasHapus