Assalamualaikum wr.. wb..

"Yang Membedakan Kita Sekarang dengan 5 (Lima) Tahun akan Datang adalah Orang-Orang yang Kita Temui dan Buku-Buku yang Kita Baca (NN)"

Assalamualaikum wr.wb.

Selamat Datang ke Banda Aceh.. Kota Madani Syariat Islam..

Komik Aceh

Gam Cantoi merupakan sebuah Improvisasi dari gejala masyarakat yang melegenda..

Suatu Saat di Rumah Cut Nyak Dien

Bukan kurangnya kemampuan yang dapat melemahkan kehidupan, namun enggak cukupnya kesungguhan buat menggunakan kemampuan yang ada..

Hana Peng Hana Inong

Jak lam U Banda Aceh..!! Hana Pat Duk Dong Pih Jeut Cit..

Jumat, 30 Juli 2010

Menunggumu (asa dari sebuah Cermin)


Aku mencintaimu
Namun entah kenapa
 Tak pernah ada jawaban
Dari rasa ini

Itulah….
Sebait yang terdengar
Dari sana, dari mereka
Bukan darinya
Aneh memang,

 
Dianya padaku
Oleh dia-lah tercipta
Ke si sana, si mereka
Seperti tak ada keinginan
Menyuarakan hatinya langsung
Dan mendapatkan jawabannya
Secara langsung pula dariku
 
Atau memang,
Begitukah kodratnya, dan

Apakah harus begitu
Si jenis perempuan itu?
 Menunggu,
 
Walau tak tampak yang ditunggu

Tetap menunggu dan menunggu jawaban
Menunggu dalam ketidak pastian
 
Dan aku...
Aku pun masih disini
Masih dalam kepura-puraan
Mengetahui ada bait pertama itu

Selasa, 13 Juli 2010

Cerita Motivasi

Saat kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikan.... Sebagai balasannya, kam u menangis sepanjang malam.
Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan. Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.
Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang. Sebagai balasannya..., kau buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.
Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian2 yang mahal dan indah. Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah..
 Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, kau berteriak.”NGGAK MAU!!” 
Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola. Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.
Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim. Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus pianomu. Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.
Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop. Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain
Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa. Sebagai balasannya, kau tunggu dia sampai di keluar rumah.
Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.
Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya..
Saat kau berumur 15 tahun, pulang kerja ingin memelukmu Sebagai ... ...balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya. 
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?” Sebagai balasannya, kau jawab,”Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus utk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1set furnitur untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furnitur itu. 
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya ttg rencananya di masa depan Sebagai balasannya, kau mengeluh,”Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya spt itu?”
Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500km.
Saat kau berumur 30 tahun...  dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!” Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab,”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”.
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya. 

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang, dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan........

Jumat, 18 Juni 2010

si Adek [ke KL-Singapura]

(peace)















*Bersama Ust. Fahruddin Lahmuddin*




















Selasa, 08 Juni 2010

Aku Jatuh Cinta pada Perempuan Yahudi [itu]


Perempuan itu begitu indah, otak dan hatinya begitu bening. Pemikiran dia sepertinya memang percikan air dari mata air yang bersih. Dia perempuan Yahudi, dan aku mencintainya.
***


Namanya Margaret Marcus, nama yang cukup indah terdengar di telingaku. Tidak terlalu kupentingkan kecantikannya, walaupun memang ia sangat cantik. Orang-orang sekampungnya memanggil dengan Maggy. Ia seorang perempuan yang tidak suka pesta, pergaulan bebas, rokok atau alkohol. Meskipun New York tempat ia berasal merupakan sebuah tempat yang lumayan longgar untuknya melakukan apa saja yang disenangi oleh jiwa mudanya–Westchester.


Berawal dari ketika berusia belasan tahun. Ia sebelumnya memang seorang perempuan yang bandel. Kebandelan yang disebabkan oleh kekecewaannya pada berbagai potret ironi yang ia saksikan. Betapa tidak, banyak sekali kejadian yang menunjukkan bahwa orang Yahudi tidak peduli bahkan pada agama sendiri. Anak-anak, lebih tertarik membaca komik-komik lucu daripada kitab suci.
Ia pernah memilih sebagai perempuan agnostik, atheistik dan berbagai keyakinan lainnya. Setelah
hidayah)
Hidayah itu datang dengan cara tidak bisa diduga, dan seringkali hanya didapat oleh mereka yang gigih (Sumber: hidayah)sekian lama, ia memilih tidak larut dalam pergaulan dan hanya berkutat dengan buku-buku filsafat, psikologi dan agama. Beberapa buku cukup memberi pengaruh padanya; The Lance of Kanana karya Harry W. French, buku yang menceritakan seorang anak Badui. Boy of The Desert karangan Eunice Tietjiena yang menceritakan seorang anak yang bernama Abdul Aziz. Camel Bells: A Boy from Baghdad yang bertutur tentang seorang anak Irak yang diangkat oleh keluarga Badui.


Pada usia 20 tahun, ia menuntut ilmu di Universitas New York. Di sini, terdapat salah satu mata kuliah yang bernama “Judaisme in Islam”(Ajaran Yahudi dalam Islam).
Rabbi Abraham Issac Katsh, Ketua Jurusan Studi Hebrew merasa tidak perlu berlelah untuk meyakinkan mahasiswanya bahwa agama Islam adalah agama yang mencontek Yahudi.


Rabbi Profesor tersebut, sebenarnya ingin membuktikan kepada mahasiswa kelebihan Yahudi atas Islam, Margaret malah menjadi yakin akan hal yang sebaliknya. Justru agama Islam dan Yahudi bersumber dari Tuhan yang sama. Oleh sebab agama Islam lahir belakangan, maka logikanya wajar jika Islam menjadi revisi atas ajaran-ajaran Yahudi. Orang Yahudilah yang harus mengikuti agama Islam, demikian menurut Margaret (mengutip: di sini).


Dalam pandangan Margaret, seruan Zionisme untuk orang Yahudi ramai-ramai ke Palestina tidak ada dasar dalam Talmud, kitab suci mereka. Ia juga berpandangan bahwa Yahudi adalah masyarakat yang sangat eksklusif, jika tidak demikian maka tidak akan pernah ada pembantaian sepanjang sejarah terhadap masyarakat tersebut. Di matanya zionisme tak lebih dari kombinasi antara rasisme, Tribalisme Yahudi, dan nasionalisme sekuler modern.


Selanjutnya, Melihat ketidakadilan yang dilakukan oleh PBB dalam mengatasi hubungan Arab-Yahudi di Palestin hati Margaret menjadi tambah tidak yakin dengan agama Yahudi. Ia tidak betah dan tidak kuat lagi mengaku sebagai orang Yahudi. Ia melihat kecurangan-kecurangan PBB yang disogok gerakan Zionisme melalui Lobby Yahudi Amerika. Ia menjadi sangat malu sebagai orang Yahudi.


Semakin Margaret mengikuti kuliah Profesor Katsh, semakin Margaret tidak meyakini agama. Semakin Margaret merasa agama Yahudi banyak cacatnya. Apalagi sudah beberapa bulan Margaret membaca Al Qur-an dan Hadits. Margaret membandingkan AL Qur-an dengan Talmud. Ia merasa AL Qur-an lebih sempurna, lebih logis, dan lebih argumentatif daripada Talmud. Dan pada pagi hari di bulan November 1954, Margaret masuk Islam (Sumber; ibid).


Tekanan dari keluarganya atas keislamannya, dari berbagai sumber disebutkan, sempat membuatnya tidak tahan sampai ia harus mendekam di rumah sakit jiwa. Tetapi justru di sana ia semakin bertekad untuk terus bersikukuh dalam keislamannya.
Keteguhannya demikian membuat keluarganya tidak tega. Sampai mereka kemudian lebih longgar terhadap Margaret dan pilihannya untuk menjadi Muslimah.
Hidayah)
Cahaya itu lebih terang saat berada dalam hati (Sumber: Hidayah)
Abul a’la al Maududi, seorang ulama besar dari Pakistan menjadi figur yang begitu berperan menjelaskan tentang seperti apakah Islam sehingga kian memperteguh keimanan perempuan itu. Ia seorang perempuan Yahudi yang kemudian begitu gigih memperjuangkan Islam. Ia banyak berkontribusi menjelaskan Islam kepada dunia lewat berbagai karyanya. (Sumber: Correspondence between Maulana Maudoodi and Maryam Jameelah). Perempuan ini dengan berbagai kontribusinya, telah membuatku jatuh cinta.



Siapakah Margaret Marcus?


Pernahkah anda membayangkan sekarang bagaimana ada seorang remaja di negara anda yang berumur 14 tahun tetapi mampu untuk menulis sebuah novel bermutu tentang sebuah negara lain yang dia tak pernah kunjungi, juga tentang sebuah agama selain agamanya? Benar, sepertinya tidak ada!

Sabtu, 05 Juni 2010

Duek Pakat Raya (DPR) 1 forbes PG

(laporan oleh ketua panitia)







( Bang Juanda Djamal [ ACSTF] memaparkan tentang skenario Aceh Masa Depan )






( Sebagian peserta DPR )






(  SC  )




calon untuk presidium Sidang






Komisi A lagi membahas tentang AD/ART Lembaga






( Calon.......)






( Lagi asyik dengan dunia sendiri)






 suasana Pemaparan hasil komisi-komisi yang mulai `panas`







( Calon Keucik.....)





( Kapan lagi bisa foto bareng Direktur Lembaga ) hehehe....

Jumat, 04 Juni 2010

Musyawarah Besar Forum Bersama Peduli Gampoeng Aceh Besar yang Pertama

Awal hari yang indah bisa berphoto bareng teman terdekat....

(Di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang)








Musyawarah Besar Forum Bersama Peduli Gampoeng Aceh Besar yang Pertama  akan diadakan (05/06/10)...
semoga akan melahirkan rekomendasi dan kepengurusan yang solid dan mandiri untuk kemajuan dan kemandirian gampoeng..






(Saking semangatnya buat forbes PG, gak tau harus pake gaya apa lagi ...))






Base camp bersama untuk dukungan Tim Persiraja Kuta Raja....
Bravooooooo....!!!






(Base Camp SKULL Aceh Besar)

Rabu, 02 Juni 2010

Selamat Jalan Pak Anwar Amir..!!!

Selamat Jalan Bapak Anwar Amir... Jasamu begitu be

CHATTING